Menu

Kyai Asbak – Memahami hakekat sebuah ilmu

18/03/2017 - Sang Kyai
Kyai Asbak – Memahami hakekat sebuah ilmu

Kyai Asbak – Memahami hakekat sebuah ilmu

Memahami hakekat sebuah ilmu

#Penjabaran pemahaman ruatan ttg itungan neton/neptu/primbon/hiroskop

Latar belakang knapa saya bongkar paradikma ini, didasari saat saya menyeleseikan masalah terutama orang sudah berumah tangga itu ibarat dulu rejekinya saat belum menikah itu satu mangkok tapi setelah menikah itu dua mangkok jadi satu wadah, maka saya selalu melakukan perhitungan dengan hitungan jawa yg istilahnya neto/neptu/primbon, tapi sangat disayangkan banyak yg tidak menerima seakan-akan ilmu itu adalah klenik, itu adalah ilmu nujum, ilmu gathuk.. ramalan, padahal sesungguhnya tidak, maka dari itu mari kita simak dialog saya dengan cliend saya berikut ini

#dialog K.A bicara ttg Primbon/Heroscop
Neptu/neton,fengshui,heroscop, hidup,alam

Hubungan ama alam semesta
Masing2 punya energi

Tiap manusia punya watak
Punya ciri
Punya energi
Punya titen masing2

Ilmu primbon/neptu,fengshui, horoskop
Menggolongkan/mengelompokkan jenis2 energi manusia

Ketika org membawa energi berlebihan,entah itu baik atau jelek

Bertemu/sinergi dgn Energi lain yg jg begitu besar/kecil

Entah itu jelek atau baik

Hasilnya apa??
Bisa jd overpower ato underpower

Fungsi dr ruwatan :
Penyelarasan/penataan ulang
Dr hasil pertemuan dr bbrp energi tsb

Entah dgn alam semesta Atau dgn sesama makhluk

Analoginya:
Kalo d radio frekuensi istilahnya
Frekuensi pemancare 99 FM,lha penerima/radione 88
G bakal/angel utk ketemu
Suarane krosok2
G jernih
G bening
G enak dirungokno (gtidak enak didengerin)
Nggarai kuping gatel (bikin kuping gatal)

Contoh lg:
Tune up klo istilah dlm mobil
Pembakaran busi kecil,tidak akan memicu pembakaran sempurna dlm mesin
Internal combustion
Ato Kebanyakan udara,kurang bensin, jg g jalan mesine

Tapi… primbon,neptu,fengshui,horoskop, kan Di islam G ada… (*client tanya)

Trus itungan neton/neptu drmn? (*cliend tanya)

Weleh lha nek kui aq ndak iso njelasno mas bro dasar2 itungan
(lah klo gtu aq ndak bisa njelaskan dasar2 itungan itu darimana)

lha fengshui dasare(nya) dr apa…
Klo cuma dasar keilmuan gampang
Fengshui dr sifat2 manusia
Dgolongkan/lambang hewan

Jadi gini…
Neptu??
Neptu kan dasare dr pasaran
Knp bs muncul kliwon 8
Knp legi 5

Skrg tak balik tanya
Kenapa 1+1=2
Dasare apa??
Muncul dr mana? (logika”jawabnya”)
Lha iya logika, trus angka2 1,2,3 dst dr mana?
Emang islam mengajarkan 1+1=2 g mas?
Syariat ada ada g mas itung2an perkalian?
Islam menulis semua rumus phytagoras ada g mas?
Ada hadistnya?
Rasul ngajar matematika?
Rasul ngajar kimia?
Oksigen itu O2
Emas itu AU?

Kimia g di ajarkan oleh Rosul…
Bidah dong brarti?
Haram donk?

Trus…
Tivi,motor,mobil,internet

Jadi Kesimpulannya…
Manusia berkembang dan bervolusi

Itulah sbnrnya knp org syariat hanya berkecimpung dlm hal yg itu2 aja

Mikir mutar muter ae koyok ongko wolu (cara berfikirnya itu2 aja mbulet mutar2 kaya’ angka delapan)

Yg Lebih ekstrim lagi…
Emang jamane rasul ada alquran (kitab dalam bentuk buku) mas???

Analogi:
Nek aq org atheis :
Brarti quran asale dr mana hayo?

Wahyu?! (*jawab)

Koq bisa wahyu?
Wong yg menjadikan itu buku kan bukan rasulullah?
Brarti mukjizate bukan alquran donk HAHAHA

Jamane rasul g ada buku kumpulan wahyu

Intinya :
Manusia diberikan ilham, otak, akal, utk berkembang, berevolusi, jangan hanya berlandaskan krn rasul dulu g mengajarkan trus brarti bidah, haram, ndak boleh

Dperlukan kelapangan hati dan pikiran utk melihat kesejatian segala sesuatu

Wadahe dbukak dulu tutupe (wadahnya dibuka dulu tutupnya)

Sejatinya…
Al-Qur’an
Scr bhasa qara’a : mengumpulkan atau menghimpun jadi satu

Scr istilah : bs brarti bacaan atau sesuatu yg dbaca berulang2, alquran adlh bentuk kata benda (masdar) dr kata kerja qara’a yg artinya membaca

Yg mengatakan mujizat :
Subhi al salih, definisi : “kalam allah yg mrpakan mujizat yg dturunkan kp nabi muhmmad dan dtulis di mushaf serta diriwayatkan dg mutawatir”

adl firman allah yg tiada tandingannya, dturunkan kpd Nabi Muhammad penutup para nabi dan rosul dgn perantara jibril dan dtulis mushaf2 yg kemudian dsampaikn kpd kita scr mutawatir

Dlm quran terdapat bbrp ayat yg menyertakan nama2 lain :
Al kitab, alfurqan, adz dzikr, al-mau’idhah, al hukm,…dst (cari mbah gugel aja)

Next…
Cara paling simple ngejelasin neptu/primbon,fengshui,dll:

Primbon dciptakan dr tahunan riset (klo bhs kerennya skrg), titen,titi wanci, jadi tercipta melalui ilham dan dasar pemikiran manusia jg ,bukan atas asas klenik, mistik, dll.

Munculnya angka2 dan penggolongan berasal dari pengkategorian sifat2 manusia yg dilahirkan pada masa/waktu yg dikelompokkan berupa hari dan pasaran (kliwon,legi,pon,pahing,dll).

Pasaran dadasarkan atas unsur2 yg ada dialam semesta.
Logam = pethakan =legi
Air = jenean = pon
Kayu = kasih = kliwon
Api = abritan = pahing
Tanah = cemengan = wage

Krn pd dasarnya manusia jg bagian dr alam semesta, jd ketika hdp berdampingan jg musti memperhatikan sekitar, agar apa?

Agar dpt keseimbangan, tdk tjadi bentrokan.

Misal : anda hdp bertetangga, kerja dkantor, ada rekan kerja, ada tetangga, ada yg sifatnya pemarah, sensitif, pemalu,dll

Coba dilingkungan kantor anda bertentangan,apa yg terjadi?
Punya tetangga, punya teman, butuh toleransi kan?

Itu ada dlm apa? pelajaran moral?
Bahasa kerennya Ppkn (anak sekolahan) ato PMP (jaman SD taun 90an)
Pelajaran bermasyarakat bernegara

PMP, PPKN, primbon
Sbnrnya intinya sama
Panduan, kitab
Fengshui
Hanya manusianya aja yg suka melabel-labelkan
Krn primbon udah terlanjur kena stigma klenik, negatif, trus dianggep musyrik

Bersosialisasi, bersinergi, dapat dr mana itu ilmu hayo? klenik? mistik? demit?
trus knp itu bukan dianggap syirik? klenik? mistik?

Krn “LABEL”

Manusia indonesia (g semuanya sih), msh suka bgantung dgn yg namanya “LABEL”
Eh tu org br naik haji, jadinya punya label “haji”
Eh “dukun” labelnya dah tlanjur jelek, apapun itu pasti jelek

Ustad, dpt “label ustad” apa arti ustad…???
Ustad:
Nang MTS,MI,kui isine ustad kabeh \=D/
Kabeh dceluk ustad gurune
Ustad matematika
Ustad fisika
Ustad kimia

Kyai,dpt “label” apa arti kyai…???
Kyai itu bhs serapan,asal kata dr bhs cina,nah lho…koq cina???
Kyai = Org yg dimuliakan

Kiai atau Kyai (kadang-kadang juga ejaan arkaisnya Kijahi/Kyahi), dapat mengacu kepada hal-hal berikut:

Jawab:
Kiai atau Kyai bagi pemahaman Jawa adalah sebutan untuk “yang dituakan ataupun dihormati” baik berupa orang, ataupun barang. Selain Kiai, bisa juga digunakan sebutan Nyai untuk yang perempuan. Kiai bisa digunakan untuk menyebut :

  1. Ulama atau tokoh, contoh: Kiai Haji Hasyim Muzadi, Kyai Tapa
  2. Pusaka, contoh: keris Kiai Joko Piturun, gamelan Kiai Gunturmadu
  3. Hewan, contoh: kerbau Kiai Slamet, kuda Kyai Gagak Rimang
  4. Makhluk halus, contoh: Kiai Sapujagad (penunggu Gunung Merapi)
  5. Orang yang sudah meninggal (meskipun berusia muda).[rujukan?] Bisa dilihat di nisan pada kompleks makam masyarakat Jawa.

Banjar/Kalimantan

Kiai bagi masyarakat Banjar/Kalimantan adalah gelar bagi kepala distrik[1] (di Jawa disebut wedana), bukan ulama. Gelar ini berasal dari nama jabatan menteri pada Kerajaan Banjar. Pemerintah Hindia Belanda lalu mengalihkan nama ini untuk nama jabatan kepala distrik untuk wilayah Kalimantan. Contohnya ialah Kiai Masdhulhak, seorang kiai yang meninggal dalam pemberontakan Hariang, Banua Lawas, Tabalong, tahun 1937.

Jadi butuh kelapangan hati dan kedewasaan kebijakan untuk melihat kesejatian sesuatu yg hakiki

#kesimpulan klimaks kyai Asbak
Jika manusia telah mengenal Tuhannya maka bahagia meski tanpa sandang. Tak berduka mesti tanpa pangan. Kalo lah di cela justru amat suka. Jika mendapat bencana dan mara bahaya dia hanya tertawa. Karena hatinya tak ada lagi yg di minati dan tak ada lagi yg di takuti. Hanya kecintaan pada Tuhan dari lahir dan batin

Apabila TUHAN membukakan jalan bagi mu untuk ma’rifat maka jangan hiraukan amal mu yang masih sedikit itu karena Allah tidak membuka jalan tadi melainkan DIA Sendiri yang berkehendak memperkenalkan diri-Nya kepada mu “HIDAYAH” …

#Serat tersirat dari almarhum kasepuhan

Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji Gusti Allah)

Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rahmat dan kenikmatan)

Rino wengine tanpo pitungan …. (siang dan malamnya tanpa perhitungan)

Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)

Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)

Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)

Tembe mburine bakal sengsoro …. (baru esok harinya bakal sengsara)

Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hafal Al-Qur’an dan Haditsnya)

Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan orang lain)

Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)

Yen isih kotor ati akale …. (jika masih kotor hati dan akalnya)

Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)

Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)

Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)

Mulo atine peteng lan nisto … (maka hatinya gelap dan nista)

Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)

Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)

Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)

Baguse sangu mulyo matine …. (bagusnya bekal mulia matinya)

Kang aran sholeh bagus atine …. (yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)

Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)

Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan thariqat dan ma’rifatnya)

Ugo haqiqot manjing rasane … (juga hakikat meresap rasanya)

Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al-Qur’an qadim wahyu mulia)

Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)

Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)

Den tancepake ing jero dodo … (ditancapkan di dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)

Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)

Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rasul (Al-Qur’an) jadi pedoman)

Minongko dalan manjinge iman … (sebagai sarana jalan masuknya iman)

Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (kepada Allah Yang Maha Suci)

Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)

Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)

Dzikir lan suluk jo nganti lali … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)

Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)

Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)

Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)

Kabeh tinakdir saking Pengeran … (semua itu adalah takdir dari Gusti Allah)

Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)

Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)

Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rasul yang mulia)

Nabi Muhammad panutan kito …. (Nabi Muhammad tauladan kita)Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)

Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Gusti Allah yg akan mengangkat derajatnya)

Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhahirnya)

Ananging mulyo maqom drajate … (namun mulia maqam derajatnya)

Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)

Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)

Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Gusti Allah surga tempatnya)

Utuh mayite ugo ulese … (utuh jasadnya juga kain kafannya)

NB:
PAPARAN KADIKDAYAN HANYALAH ILUSI…
Semua dari-Mu Ya Allah Ya Tuhanku Ya Rohman Ya Rohim … tak mampu hamba ini menampungku sendiri wahai Sang pemilik Kemampuan YG MAHA di seluruh Semesta INI, aku hanyalah serpihan buih yg mengalirkan sedikit saja rejeki darimu yg berupa ilmu dari kemampuan Maha-MU ITU yg Engkau titipkan kepadaku Wahai Tuhanku