Menu

Anjing Jalanan Pun Bisa Lebih Cantik Daripada Istrimu

13/04/2017 - Article Tentang Keluarga
Anjing Jalanan Pun Bisa Lebih Cantik Daripada Istrimu

Suatu kali seorang suami datang kepada seorang syekh. Ia ingin mengadukan apa yang ia rasakan beberapa waktu belakangan ini soal istrinya.

“Ketika aku mengagumi calon istriku,” ujarnya memulai percakapan, “Seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik daripadanya di dunia ini.

“Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia. Ketika aku sudah menikahinya, aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik daripada dirinya.
“Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis daripada istriku.”

Syeikh memandang lelaki tersebut, kemudian bertanya. “Apakah kamu mau aku beritahu yang lebih dahsyat daripada itu dan lebih pahit?”

pahit?”

Laki-laki mengangguk dan berkata: “Iya, mau.”

“Sekalipun kamu menikahi seluruh perempuan yang ada di dunia ini pasti anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu daripada mereka semua,” ujar Syeikh.

Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: “Kenapa Anda berkata demikian?”

“Karena masalahnya terletak bukan pada istrimu,” jawab Syeikh. “Tapi masalahnya adalah bila manusia diberi hati yang tamak, pandangan yang menyeleweng, dan kosong dari rasa malu kepada Allah, tidak akan ada yang bisa memenuhi pandangan matanya kecuali tanah kuburan.

“Rasulullah bersabda: ‘Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima tobat siapa yang mau bertobat.’

“Jadi, masalah yang kamu hadapi sebenarnya adalah kamu tidak menundukkan pandanganmu dari apa yang diharamkan Allah.

“Sekarang, apakah kamu menginginkan sesuatu yang akan mengembalikan kecantikan istrimu seperti pertama kali kamu mengenalnya? Ketika ia menjadi wanita tercantik di dunia ini?”

“Iya, mau sekali, Syeikh,” si lelaki menukas cepat.

“Tundukan pandanganmu,” demikian Syeikh mengakhiri percakapan itu.

Salam Rahayu