Menu

Griya Spiritual Nusantara (GANTARA)

28/09/2017 - Article Tentang Gusmul
Griya Spiritual Nusantara (GANTARA)
  • Emosi harus dipancing untuk memberikan rasa kepada pikiran supaya memiliki bentuk.

Griya Spiritual Nusantara (GANTARA)

Terbuka untuk umum sebuah paguyupan spiritual tak kenal batasan Agama… Suku… Kalangan… Ideologi… Hanya untuk berbagi dan bersama sama membangun diri dengan konsep spirituality… Bersama untuk negriku… Berbagi dalam kebaikan… Dalam wadah spiritual… GANTARA (FB- Grup)

Salam Pembuka GANTARA ttg Spiritual:

Pada dasarnya spiritual adalah mengenal diri sendiri.

Tempat ibadah yang sesungguhnya adalah diri kita sendiri, tubuh ini adalah tempat ibadah yang harus senantiasa dibersihkan dari kotoran2 batin baik
berupa ucapan, pikiran dan perbuatan.

Karena di dalam tubuh ini sesungguhnya terdapat sesuatu yang suci, yang cahayanya dapat bersinar menembus segalanya, ke seluruh lapisan langit…
Cahaya inilah yang dapat menghantarkan kita menuju sumber cahaya yang hakiki…
Untuk menemukan cahaya di dalam diri ini diperlukan hati yang bersih, hati yang benih, hati yang sebening embun (cristal soul)

Untuk itu diperlukan usaha, usaha yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari…

Usaha itu meliputi segala jenis perbuatan baik, niat2 mulia, keinginan untuk berbagi kepada sesama, perasaan hangat dan saling kasih sayang…

Dalam spiritual hal inilah yang sesungguhnya yang lebih dapat menghantarkan kita kepada Hyang Kuasa…
Bukan dengan ribuan doa atau laku spiritual lainnya… Memang hal-hal tersebut dapat membantu membersihkan hati, atau setidaknya membantu menghantarkan manusia ke depan Pintu-Pintu Sumber cahaya.

Tapi untuk memasuki pintu-pintu itu, hanya tindakan dan perbuatan yang dapat mencapainya..

Jangan pernah takut untuk melakukan kebaikan…
Terkadang, untuk melakukan sesuatu yang baik banyak hal yang harus dikorbankan….

Termasuk waktu, uang, tenaga…

Jangan pernah takut miskin, kita tidak akan benar-benar miskin dengan memberi sesuatu kepada orang lain…

Apa yang kita alami, baik itu penderitaan ataupun kesukaran-kesukaran hidup adalah pembuka jalan bagi jiwa kita ke depan…

Saat melakukan kebaikan, jangan ada rasa menyesal atau mengeluh…

Lakukan seikhlas-ikhlasnya…

Walaupun uang di dompet habis, ataupun kita tidak ada makanan yang bisa dimakan hari itu, sudah jangan mengeluh dan ikhlaskan saja…

Disinilah sebenarnnya kunci dari hidup itu sendiri….

Ini semua semata-mata adalah ujian bagi kita, semakin tahan kita menderita di dunia ini semakin cerahlah masa depan kita kelak, baik di dunia ini maupun di alam sana…

Namun tentu saja penderitaan yang dialami adalah atas dasar kebaikan dan pengorbanan, dan kita menyadari bahwa penderitaan yang kita alami ini semata-mata hanyalah ujian dari Sang Pemilik Kehidupan….

Dan apabila kita lulus dari ujian ini, jiwa kita akan menjadi Mahatma, setara dengan Gandhi, Mother Theresa, Dalai Lama dan banyak manusia-manusia bersih suci murni lainnya yang berjalan di jalan kebaikan dan kemanusiaan…

Bila boleh lari, semua mau lari dari penderitaan…
Dan karena tidak bisa lari, parasuci kemudian merenung dalam-dalam, dan menemukan cahaya…
Yesus bercahaya ribuan tahun karena disakiti…
Mahatma Gandhi menerangi banyak jiwa karena ditembak mati…
Jalalludin Rumi rangkaian katanya menggetarkan sukma juga karena mengalami kesedihan kehilangan guru…

Sebagai tambahan bahan renungan, semua – sekali lagi semua – orang suci
dimurnikan melalui rasa sakit…
Sang Rama (Hindu) istrinya dilarikan orang…
Buddha disakiti sepupunya Devadatta serta digoda Mara… Yesus disalib…
Nabi Muhammad dikejar2 suku Quraishi…

Jadi…
lihatlah rasa sakit seperti amplas yg menghaluskan. Puncak kehalusan inilah yg disebut pencerahan.

Seberapa besar keikhlasan yang anda berikan akan beresonansi dalam kehidupan anda di masa-masa yang akan datang…

Semakin besar anda berbagi, semakin tulus anda memberi, maka kebaikan itu akan menjadi berlipat-lipat kembali pada diri anda sendiri…

Tak ada yang sia-sia kebaikan yang anda lakukan dengan tulus…

Bagi yg tertarik… Minat… Mari bergabung… Silahkan bergabung…

Salam Rahayu

#SenyawaHati #NgajiSpiritual #SpiritualKebatinan #DayaLinuwih
SENYAWA HATI
(WhatsApp Grup)
Admin : +6282251299025 (Ki Dar)

“Suara Hati Terdengar Saat Hati Mulai Bersenyawa”

ALLAH mempertemukan kita untuk satu alasan…

Entah untuk memberi atau menerima…

Entah untuk belajar atau mengajarkan….

Entah untuk bercerita atau mendengarkan…

Entah untuk sesaat atau selamanya….

Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya….

Semua tidak ada yang sia-sia, karena Allah yang mempertemukan….

Hidup kita saling mengisi…..

Bisa jadi kehadiran kita adalah jawaban atas do’a-do’a saudara kita, sebagaimana mereka pun adalah jawaban atas do’a-do’a kita.

Jika sudah menjadi takdir Allah, meski dengan jarak beribu-ribu kilometer kita tetap akan dipertemukan, dalam satu ikatan bernama “Ukhuwah”….

Sesaat dgn ikatan akidah dan keimanan yg kuat akan selalu membuat group semakin kuat, seiring dgn do’a-do’a dr saudara dan sahabat.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan Nabi, dan bukan pula Syuhada.
Tetapi para nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka”.

“Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka?”

Ujar sahabat:

“Agar kami bisa turut mencintai mereka.”

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab :

“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka”.

Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu bersinar bagaikan cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya.

Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih.”
(HR. Abu Dawud).

Dalam Hadits lain disebutkan:

“Di sekitar Arsy Allah ada menara-menara dari cahaya, didalamnya terdapat orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka bercahaya, mereka bukan Nabi atau pun Syuhada”.

Para Nabi dan syuhada iri kepada mereka.

Ketika ditanya para sahabat:
Siapakah mereka itu ya Rasulullah.

Rasulullah menjawab:
“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah”.

Salam Rahayu