Menu

Kekayaan

13/04/2017 - Article Tentang Usaha & Rejeki
Kekayaan

“Kecerdasan Emosional adalah kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan memotivasi diri sendiri, serta mampu untuk mengenali dan menjaga hubungan dengan orang lain”

Orang yg mampu mengelola emosinya, maka orang tersebut tdk lah gampang terhasut, terpengaruh, terprovoksi, ikut-ikutan ataupun larut dgn sebuah keadaan yg tdk jelas dari hal-hal yg tdk mendatangkan manfaat.

Sebab orang yang mempunyai
kecerdasan emosional yg baik & stabil maka daya nalar orang tersebut sangatlah dalam.

#NextLevel

Kekayaan adalah kebebasan.
Dan wujud dia muslimin.

Ketika orang – orang mengecilkan arti kekayaan,
mereka bilang: “Tidak perlu kaya, yang paling penting kan
bahagia”. Dia mulai menetralisir keyakinan, dia tidak sinkron.

Hidup ini penuh dengan pilihan misalnya kalo Anda mau pilih
hidup kaya dan bahagia bisa tidak? Bisa jawabannya.

Misalkan kalo bisa milih kaya dan bahagia,
kenapa harus milih miskin dan bahagia?

Sekali lagi ada orang ngomong “lebih baik miskin panjang umur,
daripada kaya mati muda”. Itu pilihan yang sangat – sangatlah
tidak adil, karena kekayaan adalah kebebasan.

Dengan kita kaya kita bisa mahar kepada dukun barang yg wasilahnya jos,
Sehingga tidak merengek rengek nyari gratisan,
Dengan kita kaya kita bisa beramal lebih banyak,
Dengan kita kaya kita bisa memilih makanan yang lebih baik
sehingga kita menjadi lebih sehat.

Dengan kekayaan kita bisa memilih dokter yang lebih baik
sehingga kita bisa lebih panjang umur.
Tanpa mengingkari bahwa takdir Tuhan, tapi dalam hal ini manusia
diperkenankan untuk berusaha dan untuk berusaha apabila kita kaya,
kita berusaha lebih baik. Dengan kekayaan kita mempunyai
kebebasan untuk relationship kita.

Banyak orang ngomong : “Pak, uang kan tidak bisa membeli cinta”.
Lalu ada orang yg nyeletuk: “Itu tidak tahu tempatnya saja”

Betul, kadang uang tidak bisa membeli cinta, ketika orang –
orang yang kita dekati mempunyai keyakinan yang salah tentang
kekayaan: “Jangan – jangan kalo suami saya kaya nanti bisa bejat”,
“Kalo mertua saya kaya nanti saya dihina”.

Akibatnya dia tidak mau mempunyai mertua yang kaya ataupun suami yang kaya karena dia mempunyai pemikiran dan kayakinan yang salah.

Nah sebetulnya kekayaan adalah kebebasan. Betul,
kadang uang tidak bisa membeli cinta, tapi cinta saya akan jauh lebih indah kalo uang saya banyak.

Bisa pergi ke Bali, seperti yang saya lakukan dengan
istri saya. Bisa membelikan hadiah ulang tahun istri saya perhiasan, beliin Mobil. Bisa membeli iphone, membeli keris ultymate, berbagi dan
menjadi pembina tiga yayasan Pantiasuhan.

Ini yang terjadi,
cinta kita akan lebih indah jika kekayaan
lebih banyak dan kebebasan lebih banyak untuk mewujudkan cinta kita dengan lebih baik.

Demikian juga kita bisa bebas mengatur waktu kita, dan
hubungan dengan anak2 kita dan keluarga kita menjadi lebih baik,
kalo kita memiliki banyak uang.

Banyak orang ngomong: “Kalo orang kaya itu uangnya lebih sedikit,
karena dia sibuk cari uang, cari uang, cari uang, cari uang”.

Betul, ada orang yang seperti itu, tapi dia orang kaya yang sangat bodoh.

Tapi kalau kita mau jadi orang kaya, jadilah orang kaya yang pintar.
Dengan menjadi kaya, kita jadi bisa meluangkan waktu lebih banyak, karena sudah bebas secara uang,
jelas lebih mudah untuk jadi orang yg bermanfaat dan bermatabat.

Dengan begitu, kita bisa meluangkan waktu sehingga hubungan kita dengan keluarga dan teman jadi lebih baik, karena waktu longgar nya jadi lebih banyak.

Jadi kekayaan adalah kebebasan. Dan wujud syukur sejati

Salam Rahayu