Menu

Mental Miskin

13/04/2017 - Article Tentang Usaha & Rejeki
Mental Miskin

#MentalMiskin
#MentalKere
#Kutukan
#BanyuKeras

Mentalitas Miskin yang bikin u Kere & Sengsara Selamanya… Kere?
Kutukan yg dibuatnya sendiri!!!

Kenapa kebanyakan orang belum sanggup meraih kemakmuran seperti yang diharapkan? Mungkin karena diam-diam ada mentalitas miskin yang bersemayam dibalik relung jiwa kita.

Sejenis mentalitas yang tanpa kita sadari mensabotase jalan pikiran kita untuk meraih kemakmuran. Jalan pikiran yang justru terus menuntun kita tersesat dalam hidup yang kere dan nestapa

Ada tiga jenis mentalitas miskin yang layak kita kenang. Apa saja itu? Kita akan bedah tuntas dengan renyah kali ini

Jejak mentalitas miskin ini sejatinya dipicu oleh sejumlah komentar atas tulisan saya dulu yang bertajuk: Bagaimana Mempunyai Saldo Tabungan 1M Sebelum Usia 35 tahun?

Ada sejumlah komentar negatif nan kelam yang sejatinya mencerminkan mentalitas miskin (dan persis itulah yang mungkin membuat mereka tidak pernah bisa jadi kaya)

Dari komen-komen itu, ada 3 kategori mentalitas miskin yang layak kita kenang. Mari kita jelajahi satu demi satu.

#Point1
Pola Pikir Instan dan Tidak Respek sama Proses

Salah satu komentar terhadap tulisan itu seperti ini : Mau punya 1M sebelum usia 35 tahun? Gampang, korupsi saja….

Komentar semacam itu amat kelam, dan menunjukkan otak komentatornya sudah sukses “di-brainwash” oleh media

Media memang suka menjual berita negatif, dan impaknya amat tragis : banyak orang lalu merasa hanya bisa kaya kalau korupsi. Betapa muramnya

(Itulah kenapa sejak 7 tahun saya tidak pernah menonton berita televisi, sebab memang isinya acap hanya sampah dan berita negatif yang membunuh optimisme kita).

Lebih dari itu : orang yang dengan mudah bilang kalau mau kaya, lakukan korupsi itu benar-benar telah terjebak dalam pola pikir instan yang kelam. Orang seperti ini abai dengan fakta begitu banyak jutaan anak muda yang kaya karena usaha keringat mereka sendiri.

Saya sudah sangat sering menulis cerita tentang anak-anak muda yang berbisnis dengan profit puluhan bahkan ratusan juta per tahun, atau ada anak lulusan SMP dan STM yang mengubah nasib dengan kekuatan internet dan kreativitas. Dengan proses yang gigih dan berdarah-darah.

Media katrok dan orang-orang yang bodoh akan dengan mudah bilang kalau mau kaya, korupsi saja. Ini jenis mentalitas miskin yang semiskin-miskinnya

Orang yang komen seperti itu punya pikiran instan dan kemungkinan besar memang tidak pernah bisa makmur sepanjang hidupnya. Orang yang komen seperti itu memang amat layak kere untuk selamanya

#Point2
Kepercayaan Diri dan Optimismenya Level Kere

Komentar lain yang muncul atas tulisan ini adalah : Punya tabungan 1M? Jangan menghayal dan melamun, nanti malah gila

Komentar seperti itu yang jangan-jangan membuat negeri Indonesia terpuruk dan terjajah ratusan tahun. Sebab mentalitas penduduknya memang kere

Look. Otak kita itu harganya triliunan, bahkan priceless. Dengan kekuatan otak yang maha dahsyat ini kita bisa mengubah nasib dan merajut kemakmuran yang amat masif

Langsung bilang wah jangan menghayal bro, adalah statement yang benar-benar menghina kekuatan otak yang Anda miliki

(Maka wajar kalau dalam sebuah pameran neurology science, replika otak orang Indonesia harganya paling mahal sedunia. Sebab jarang dipakai. Jadi masih entreyen dan mulus )

What you think is what you get..

Jika Anda memang selama ini membayangkan punya tabungan 1M itu hanyalah khayalan dan lamunan palsu, ya dalam kenyataannya Anda tidak akan pernah meraihnya.

Jangan pernah takut untuk bermimpi. Dan jangan pernah ragukan potensi kekuatan otakmu untuk mengubah jalan hidup.

Jika membaca judul Bagaimana Punya Tabungan 1M Sebelum Usia 35 tahun, langsung hati kecil Anda bilang : wah ndak mungkin – itu artinya, Anda sudah menulis sejarah kelam Anda masa depan

Pesismisme, rasa tidak percaya diri dan keraguan akan sukses membunuh masa depanmu dengan sempurna.

Itulah mentalitas miskin yang diam-diam bersemayam dalam jutaan anak manusia. Dan itulah mentalitas yang membuat jutaan anak muda gagal jadi orang kaya dan makmur

#Point3
Filosofi Hidup yang Salah Kaprah

Komentar berikutnya yang juga amat sering muncul adalah seperti ini : wah, ngapain kumpulin harta 1M, toh kekayaan tidak akan dibawa mati. Lebih baik ibadah saja

Hmm. Kalimat yang kelihatannya indah, namun secara filosofis ada sejumlah problem didalamnya

Mengatakan kekayaan tidak akan dibawa mati adalah statement yang agak naif : menganggap semua harta adalah hanya untuk foya-foya

Kekayaan akan Anda bawa hingga mati jika Anda gunakan untuk membangun mesjid dan perpustakaan gratis, membiayai sekolah ratusan anak yatim sekolah atau untuk membiayai umroh sanak saudara dan kerabat. Atau membiayai biaya kesehatan orang tua dan biaya sekolah adik-adik kita..

Komentar seperti diatas juga mendikotomikan kekayaan dan religiusitas : seolah-olah jika jadi kaya kita ndak akan rajin ibadah. Betapa ngawurnya

Faktanya, mesjid-mesjid di sejumlah perumahan mewah justru selalu ramai saat sholat Subuh (bahkan jika bukan dalam bulan Ramadhan).

Saya malah punya keyakinan : semakin Anda kaya, Anda justru akan makin religius dan rajin ibadah

Yang kelam adalah seperti ini : sudah gajinya sekelas UMR, lalu ndak pernah sholat Subuh di Mesjid. Namun sok komentar, ngapain kaya, banyakin ibadah saja mas

(Haduh le, le kapan sampeyan sugihe nek koyo ngono terus ).

Mungkin komentar sok mulia nan religius itu sekedar untuk menutupi ketidakmampuannya mengubah nasib menjadi manusia yang lebih makmur. Supaya jadi nampak lebih keren, dia gunakan komen seperti diatas

Kenapa harus mengkontradiksikan kekayaan dan sikap ibadah : seolah-olah kalau kaya tidak rajin ibadah, dan kalau hidup miskin pasti soleh. Sebuah asumsi yang amat keliru. Dan kita tahu : kemiskinan itu justru mendekatkan kita pada kekufuran

Mentalitas miskin itu mestinya kita ubah jadi mentalitas kaya : selalu percaya bahwa Tuhan itu Maha Kaya, dan mencari rezeki yang barokah demi manfaat bersama adalah juga jalan ibadah yang mulia

DEMIKIANLAH, tiga jenis mentalitas miskin yang diam-diam sering membayang dalam jiwa kita. Renungkan tiga jenis mentalitas miskin itu : apakah selama ini Anda terperangkap didalamnya..

Be grateful. Be kind. Be richer…

#ContohPercakapan
#MentalMiskin
#MentalGratisan
______________
“Mental Miskin”

A: “Mas, apakah bisa bantu saya dapat pekerjaan”

B: “Oke, apa pekerjaan yang diinginkan?”

A: “Apa saja deh mas, yang penting kerja”

A: “Ok, mungkin saya bisa minta kolega saya untuk kamu jadi sales disana”

A: “Kalau bisa jangan yg suruh jualan deh mas, saya ga terlalu suka jualan”

B: “Oh gitu yah, oke…oke bentar yah, saya coba telp teman saya di Jakarta”.

Setelah B menghubungi temannya di Jakarta…

B: “Ok, kata teman saya dia sedang butuh admin untuk input penjualan.

A: “Waduh pak, saya ga bisa komputer”

B: “Ok, mengapa ga bisnis saja”

A: “Wah, itu butuh modal pak, saya ga punya modal”

B: ” Oke, kalau misalnya saya ada teman yang bisa membantumu bisnis dg modal kecil/tnpa modal?”

A: “Itu pasti MLM multi level yah?, kalau yang kayak gituan nggak deh pak, ga suka MLM saya pak”

B: “Belum saya selesai bicara dan menjelaskan, kamu sudah putuskan bahwa itu MLM dan kamu ga suka..”

B: “Dari pertama yang saya tawarkan tidak ada yang cocok…. Ya maaf saja kalau begitu, saya atau siapapun tidak akan bisa membantu jika sikapmu seperti itu (sambil geleng2 kepala, B meninggalkan si A)”

Dialog diatas menggambarkan seseorang jadi susah bukan karena “ga ada kesempatan”, namun masalah yang ada pada “sikapnya”.

Orang dengan ciri seperti itulah yang “Bermental Miskin”, orang yang paling sulit dibantu dan dilayani….

Dikasih gratis berfikir: “Saya mau diperalat apa nih?”,

dikasih murah:
“Ini pasti barang jelek”,

dikasih yang bagus:
“Ini pasti mahal”,

dikasih yang modern:
“Saya ga berpengalaman”,

dikasih yang mudah:
“Ah itu tradisional”

Hilangkan mental miskin… Apapun harus dipelajari….. Dicoba…
Dan dijalani….
Untuk mendapat yang lebih baik di esok hari….

#Komen dr Sahabat :
#1
Dalam koridor Muslim, Kaya harta ga dilarang gan. Yang penting tujuannya untuk Allah dan memperolehnya dengan cara2 yg ditetapkan Allah.

Kaya-Miskin sama2 ujian gan. Soal kemiskinan dekat dgn kekufuran, hadis nya lemah. Sebagai Muslim seharusnya hidup nya ga serba salah. Kalo sedang kekurangan bersabar, kalo berlebih bersyukur. Karena manusia tujuan hidup nya emang ibadah (bukan hanya ritual).

Mungkin lebih tepatnya poin ke-3 adalah mental pemalas. Kan ada do’a agar kita dijauhi dari rasa lemah dan rasa malas. Karena kecenderungan manusia itu tukang keluh-kesah, maunya yg enak2 aja dan gak mau bersusah2.

#2
Kayaknya yang nomer 3 itu gara2 shitnetron Endonesia dan ftv2 religi yang dikesankan kalau orang kaya itu jahat dan orang miskin pasti baik dan taat ibadah makanya mindsetnya jadi keubah amburadul kayak begini

#3
soal yang poin ke tiga,

tanpa bermaksud SARA, buat yang beragama islam udah ada anjurannya juga kok
“bekerjalah untuk kebahagiaan dunia seolah kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah untuk kebahagiaan akhirat seolah kamu akan mati besok”

jadi buat yang masih nyinyir ngapain kaya2 karena nggak akan dibawa mati, silakan berkaca dulu.. lagian kalo kita mati ninggalin kekayaan, bukankah nasib ahli waris kita bakal lebih baik dibanding kita mati ninggalin utang.. lagi-lagi tanpa ada niat SARA, orang islam pasti tau banget kalo utang yang nggak lunas itu bakal dibawa mati.. di alam sono yang nagih bukan kelas rentenir atau debt collector lagi gan, tapi lebih sakti, malaikat! begitu juga dengan sedekah kita di dunia, itu yang bakal jadi “uang saku” di alam berikutnya..

btw soal yang nomor 2, saya sekarang umur 30, dan saya juga sedang bermimpi punya aset 1 M di umur 35. persis kaya yang di tulis contohin.. semoga ya mas.. doain saya gigih ngecapainya..

#AkhirSalam
Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.

Salam Rahayu