Menu

Pendamping Spiritual


==============================

Gus Mul
Pendamping Spiritual
(Cipto, Rahso lan Karso)

Assalamuaikum, Wr. Wb…
Salam Sejahtera bagi kita semua ….
Om Swastyastu …

Pendamping spiritual adalah pendamping yang dilakukan oleh para Ahli spiritual kepada orang yang membutuhkan.

Namanya saja pendamping spiritual, tentu saja pendamping ini bermacam-macam bentuknya. Ada yang menggunakan pendamping spiritual untuk mencapai tujuannya, misalnya orang ingin menduduki jabatan tertentu, atau memperoleh kelancaran dalam melakukan bisnisnya. Ada juga yang berfungsi sebagai penasehat spiritual, menyejukkan di kala galau, di kala susah dan panik. Sudah semestinya, yang namanya pendamping spiritual seharusnya mempunyai kemampuan spiritual, kemampuan bathin yang mumpuni. Artinya pelaku spiritual sudah melakukan olah roso, pengolahan bathin yang sudah lengkap, sudah genep dan jangkep. Mereka mampu melewati godaan tahta, harta, dan maksiat. Dalam serat wulangreh disampaikan bahwa ngelmu iku kanthi laku, maka bisa disampaikan bahwa orang yang mumpuni dan layak menjadi pendamping spiritual adalah orang yang sudah melewati tahapan laku dan mampu nglakoni hidup lebih baik dari manusia pada umumnya. Lebih baik kualitas spiritualnya. Bukan hanya orang yang bisa ngomong bagus, mengerti bagus, tetapi tidak melakukan. Bicara lebih mudah daripada bekerja, bicara bagus harus sesuai dengan apa yang ada di pikirannya, di perasaannya hingga akhirnya harus sama dengan perbuatannya. Jika bicara bagus tetapi kelakuannya tidak bagus, maka orang ini dikategorikan orang-orang yang berbeda depan berbeda belakang. Dramaturgi, panggung depan panggung belakang.

Memang tidak mudah, dan orang seperti ini juga jarang. Mengingat keadaan jaman sekarang berbeda dengan jaman dahulu. Laku spiritual juga tidak semudah dahulu. Memilih pendamping spiritual adalah melihat bagaimana orang itu menjalani kehidupannya. Jika kehidupannya masih gemerlap harta, maka orang ini belum lepas dari godaan harta. Apabila jumlah istrinya lebih dari 1, maka orang ini belum mampu mengendalikan keinginan nafsu badaniah, walaupun sah secara syariah. Tetapi sepertinya spiritual adalah pengendalian diri, pengendalian keinginan, pengendalian nafsu. Jika masih mendengar keluhan tentang hidup, tentang kesulitan ekonomi, terakhir masih meminta-minta, maka boleh dikatakan pendamping spiritualnya telah setengah menjual kemampuannya kepada konsumen. Bisa jadi pendamping spiritual adalah orang yang berjualan isi kitab, berjualan ayat-ayat dan falsafah hidup, bukan pelaku spiritual yang sesungguhnya. Memang jaman sekarang segala sesuatu dinilai dengan uang. Tetapi spiritual adalah puncak keadaan bathin dimana segalanya telah merdeka dari segala tuntutan kehidupan. Hidup membutuhkan piranti. akan berbeda halnya jika dikasih tanpa meminta, diberi tanpa menunjukkan keinginannya. Karena hakekat menjalani hidup adalah nerimo ing pandum, menjalani saja, tidak bertanya, tidak meminta. Tetapi hanya nglakoni, hanya menjalankan apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Manusia berusaha maka Tuhan yang menentukan. Dimana manusia berada pada putaran nasib dan takdirnya, maka kehidupanlah yang telah menentukan. Menjalani kehidupan spiritual tidaklah mudah. Beberapa hal di dunia nyata seperti terlihat mudah, tetapi mampu menahan godaan untuk tidak berdagang kemampuan spiritual adalah tantangan berikutnya. Pendamping spiritual yang seharusnya dilakukan adalah mendidik, bukan memberikan. Mendidik artinya membuat orang yang didampingi dapat mempunyai kemampuan spiritual, sebagai peningkatan dari kemampuan olah raga dan olah pikiran (intelektual).

Manusia yang genep dan jangkep adalah manusia yang mempunyai kegenapan dalam kecerdasan raga, kecerdaan inteelktual dan kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual meliputi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam arti sesungguhnya. Hingga nanti lahirlah seorang manusia yang mumpuni, berkualitas secara lahir dan bathin. Jika pendamping diberikan hanya untuk mampu mendapatkan kedudukan, melancarkan bisnisnya, maka pendamping ini bersifat instan, tidak mendidik. memang jaman serba instan, maka dalam olah spiritualpun dijadikan instan, tidak mau susah, maunya cepet, jadinya bagus. Dimana-mana yang instan itu jadinya malah mogol. Kadang tidak mendidik tetapi malah meracuni, terkadang malah njlontrongke (menjerumuskan).

Bayangkan jika ada orang yang sebenarnya tidak layak menduduki jabatan pemimpin publik, tetapi dipaksakan secara spiritual, maka akan lahirlah pemimpin yang adigang adigung dan adiguno. Pemimpin yang tidak layak menjadi pemimpin, bukan membawa manfaat malah melahirkan modharat. Jika orang yang belum layak kaya, atau diberi kemampuan ekonomi lebih, tetapi dipaksakan dan akhirnya kaya. Yang terjadi adalah orang kaya baru, yang tidak dapat mengendalikan dirinya untuk bersombong-sombong dengan yang lainnya. Bahayanya jika tidak punya kemampuan mengendalikan diri, maka akan mengkonsumsi sesuatu yang tidak pantas dikonsumsi. Belanja ke tempat haram, belanja barang haram. Bukan manfaat, tetapi kehancuran. Maka sudah seperlunya untuk meluruskan kembali makna dan arti pendamping spiritual secara keseluruhan. Bahwa pendamping seharusnya dilakukan untuk membentuk manusia genep dan jangkep secara lahir bathin. Melahirkan manusia yang berkualitas, dan mempunyai nilai lebih secara spiritual. Spiritual adalah kemampuan nilai-nilai luhur yang tidak dapat diperoleh di sekolah formal. Spiritual adalah kemampuan dasar dalam mensikapi kehidupan, menjalani kehidupan dan bukan kemampuan bathin.

Kemampuan bathin akan diperoleh dengan sendirinya, sebagai bagian dari perjalanan dalam pengolahan jiwa. Kemampuan bathin bukanlah tujuan sebuah proses spiritual, hanya sebuah bagian dari perjalanan dalam menjalani kehidupan, sebuah piranti yang melengkapi dalam menghadapi aral dan rintangan hidup. Jika pengolahan spiritual telah dilakukan, memperbaiki kekurangan dan menambah kelebihannya, maka manusia tersebut siap dimajukan pada medan pertempuran. Mempunyai kemampuan sendiri untuk menghadapi segala masalah, tahan banting, siap lahir dan bathin untuk perang di medan laga. Dari jagad bathin, semuanya tampak dalam simbol-simbol. Segala kekurangan dan kelebihan manusia, pikiran, karakter dan kekuatan dirinya.

Maka pendamping spiritual memilah-milah kembali apa yang pantas dan yang tidak. Apa saja kemampuannya, kekurangan dan kelebihannya, hingga pada akhirnya manusia tersebut dapat mencapai tujuan yang diinginkannya karena memang dirinya sudah layak untuk mendapatkannya.
Memberikan sesuai dengan porsinya. Ibarat anak-anak diberi mainan anak-anak dan bukan motor. Ibarat pembantu rumah tangga diberikan pisau dan alat masak dan bukan pesawat terbang. Maka semuanya akan benar-benar berguna dan tidak menyesatkan. menempatkan sesuai dengan ruang dan waktunya. Sesuai dengan kepantasannya. Bukan pada kata, aku jual kamu beli. Negeri ini butuh seorang pemimpin yang layak yang mumpuni, cerdas lahir dan bathin, mempunyai kemampuan inteletual dan kemampuan spiritual. Sebagai negeri timur, negeri spiritual, maka negeri ini harus ditata secara spiritual. ketegasan terhadap segala sesuatu hal, kemampuan memecahkan masalah, dan kekuatan menghadapi tekanan. Bukan pemimpin cengeng yang suka mimbik-mimbik. Apalgi hanya mampu menyindir sana-sini, justru tidak menyelesaikan persoalan malah menjadi bagian dari masalah bangsa.

Seorang pemimpin ibarat piala, yang harus digenepi kemampuannya. Jika dituangkan dalam kiasan maka akan menjadi seperti piala. Kakinya kecil di tengah dengan alas dan menjadi penyangga bagian gelasnya. Walaupun kakinya kecil kuat menyangga bagian yang besar karena didasari oleh kekuatan bathin (spiritual).

Pendamping spiritual sejak jaman dahulu selalu ada dan tidak tampak dipermukaan (bermain di arus dalam), tetapi effordnya sangat luar biasa bagi sosok atau tokoh pseperti pengusaha, pejabat bahkan artis. Dan belakangan semakin exis di kalangan artis dan selebritis, bahkan hal ini bisa dilihat secara realita banyak artis, penyanyi dan bahkan selebritis ternama banyak diberitakan tentang siapa pendamping spiritual secara terang-terangan.

Bagi saya pribadi menjadi pendamping spiritual adalah dibaratkan seperti ELANG “Simbolisasi elang memiliki arti bahwa akan ada orang dengan sifat dan tindakan yg penuh tanggung jawab dan kesatria,memperjuangkan apa yg dianggapnya benar tdk memperdulikan apa kata sekitarnya,namun dengan tetap tidak memperlihatkan kekuatannya yg sesungguhnya,dsimpan hanya utk tujuan akhirnya,save the best for the last. Bertindaklah seperti elang,menyimpan cakarnya hanya ketika dia membutuhkannya (Gus Mul)”

Dimata Klien hal ini suatu privacy sehingga banyak diantara mereka yang malu-malu atau bahkan sembunyi-sembunyi saat datang ke Griya Walang Sari ada juga yang secara terang-terangan dan tanpa sungkan datang ke Griya Walang Sari tanpa basa-basi mengungkapkan segala permasalahan yang dihadapi , untuk minta arahan dan motivasi, pendampingan spiritual, ada juga yang mengungkapkan hajad-hajad atau keinginan tertentu, minta bantuan do’a agar hajadnya cepat tercapai. Sebenarnya siapapun yang datang Griya Walang Sari mengenai privacy dan kerahasiaan pasien dan klien saya jamin dan tidak akan dipublikasikan ke siapapun. Namun masih ada juga yang malu-malu takut hal yang dia lakukan terpublikasi, sehingga dia melakukan perjanjian khusus atau pertemuan khusus dengan Gus Mul, untuk suatu hajad tertentu. Gus Mul memang sering menjadi pendamping spiritual pengusaha, pembisnis dari yg kecil hingga besar, pejabat, artis dan selebritis agar popularitasnya terjaga dan meningkatkan popularitasnya dengan metode spiritual atau olah spiritual(Cipto, Rahso lan Karso), alamiah, ilmiah dan Ilahiah, untuk membantu masyarakat umum, pengusaha, pembisnis, artis, penyanyi, pejabat atau selebritis, sangat efektif dan efisien serta berlaku untuk semua agama, aman dan bebas resiko.

Catatan Kecil dari Saya:
Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang yang tertawa gembira adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kemurahan, dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan, dan orang yang baik adalah orang yang kuat karena ia selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan, dan orang yang setia adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi dengan kesetiaannya kepada Tuhan dan sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemah-lembutan, dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat, karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam Mengenal sejatinya diri, dan orang yang bisa Mengenal sejatinya diri adalah orang yang kuat karena ia bisa menguasai diri, mengendalikan segala nafsu keduniawian. Di situlah letak di mana semua Kekuatan Sejati berada… Yg dikatakan Spiritual.. U Are?

Chapter II
[Spesialis: Pejabat, Pengusaha & Artis]
Pendamping spiritual sejak  dahulu selalu ada dibalik seorang tokoh dan tidak tampak dipermukaan (bermain di arus dalam), tetapi effordnya sangat luar biasa bagi sosok atau tokoh seperti pengusaha, pejabat bahkan artis. Dan belakangan semakin exis di kalangan artis dan selebritis, bahkan hal ini bisa dilihat secara realita banyak artis, penyanyi dan bahkan selebritis ternama banyak diberitakan tentang siapa pendamping spiritual secara terang-terangan.
Bagi saya pribadi menjadi pendamping spiritual adalah dibaratkan seperti ELANG “Simbolisasi elang memiliki arti bahwa akan ada orang dengan sifat dan tindakan yg penuh tanggung jawab dan kesatria,memperjuangkan apa yg dianggapnya benar tdk memperdulikan apa kata sekitarnya, namun dengan tetap tidak memperlihatkan kekuatannya yg sesungguhnya,dsimpan hanya utk tujuan akhirnya,save the best for the last. Bertindaklah seperti elang,menyimpan cakarnya hanya ketika dia membutuhkannya (GusMul)”
Dimata Klien hal ini suatu privacy sehingga banyak diantara mereka yang malu-malu atau bahkan sembunyi-sembunyi saat datang ke Griya Walang Sari ada juga yang secara terang-terangan dan tanpa sungkan datang ke Griya Walang Sari tanpa basa-basi mengungkapkan segala permasalahan yang dihadapi , untuk minta arahan dan motivasi, pendampingan spiritual, ada juga yang mengungkapkan hajad-hajad atau keinginan tertentu, minta bantuan do’a agar hajadnya cepat tercapai.

Sebenarnya siapapun yang datang Griya Walang Sari mengenai privacy dan kerahasiaan pasien dan klien saya jamin dan tidak akan dipublikasikan ke siapapun. Namun masih ada juga yang malu-malu takut hal yang dia lakukan terpublikasi, sehingga dia melakukan perjanjian khusus atau pertemuan khusus dengan GusMul, untuk suatu hajad tertentu. GusMul memang sering menjadi pendamping spiritual pengusaha, pembisnis dari yg kecil hingga besar, pejabat, artis. Misal: selebritis agar popularitasnya terjaga dan meningkatkan popularitasnya dengan metode spiritual atau olah spiritual (Cipto, Rahso lan Karso), alamiah, ilmiah dan Ilahiah, untuk membantu masyarakat umum, pengusaha, pembisnis, artis, penyanyi, pejabat atau selebritis, sangat efektif dan efisien serta berlaku untuk semua agama, aman dan bebas resiko.

Menjadi Praktisi Supranatural atau Pendamping spiritual itu layaknya Tukang Ahli Kunci

Cerita :
Suatu Ketika, seorang ahli kunci yang sangat termasyhur bermaksud mewariskan satu ilmu tertinggi dalam dunia perkuncian. Ahli kunci ini memiliki dua orang murid yang sama-sama pandai. Setelah beberapa tahun dididik, kedua orang murid itu sudah mahir dan menguasai semua teknik membuka segala jenis gembok. Hanya saja, ilmu tertinggi itu harus diwariskan hanya kepada satu orang yang benar-benar memenuhi kriteria. Oleh karena itu, untuk menentukan pewaris ilmunya, si ahli kunci tadi kemudian menggelar sebuah ujian yang diadakan pada waktu bersamaan
Maka disiapkanlah dua buah peti yang tergembok rapat dan di dalamnya diisi dengan satu bungkusan berisi barang berharga. Kedua peti yang tergembok rapat itu lalu ditempatkan di dalam dua kamar yang bersebelahan.

Berikutnya, murid pertama dan murid kedua disuruh masuk ke dalam kamar-kamar tadi secara bersamaan. “Tugas kalian adalah membuka gembok peti-peti di dalam kamar itu. Ayo, laksanakan…!” perintah si ahli kunci.
Tidak lama kemudian, murid pertama keluar dari kamar lebih dulu dan tampak berhasil menyelesasikan tugasnya. Sang ahli kunci langsung bertanya, “Bagus, tampaknya kau berhasil mengerjakan tugasmu. Apa isi peti itu?”
Murid pertama menjawab dengan percaya diri dan perasaan penuh kemenangan, “Di dalam peti itu terdapat sebuah bungkusan. Dan di dalam bungkusan itu ada sebuah permata yang berkilauan.. Indah sekali! Andaikan saya bisa memiliki permata itu.”
Mendengar jawaban itu yang penuh dengan rasa percaya diri itu, si ahli kunci tersenyum bijak. Ia segera menoleh ke arah murid kedua yang baru saja keluar dari kamar. Ia langsung menanyakan hal yang sama, “Bagus,tampaknya kau juga berhasil mengerjakan tugasmu. Apa isi peti itu?”
Mengetahui dirinya kalah cepat dalam membuka peti, murid kedua hanya menjawab dengan pelan. “Saya hanya membuka gembok peti itu, lalu keluar. Saya tidak membuka petinya, apalagi melihat isinya.”
Mendengar jawaban itu, sang ahli kunci tersenyum puas. “Baiklah. Berdasarkan hasil ujian tadi, maka kau murid kedua, kaulah pemenangnya. Engkaulah yang akan mewarisi ilmu tertinggi dalam dunia perkuncian yang aku miliki,” demikian si ahli kunci memutuskan.
Keputusan ahli kunci itu kontan membuat murid pertama kaget setengah mati. “Guru…!” teriak murid pertama yang kecewa.
“Bukankah saya yang berhasil membuka gembok lebih cepat? Mengapa bukan saya yang dipilih sebagai pewaris ilmu itu?” tanya si murid pertama dengan gusar.
Mendengar kegusaran murid pertamanya itu, si ahli kunci kembali tersenyum bijak. “Murid-muridku, dengar! Profesi kita adalah tukang kunci dan membuka gembok adalah tugas kita. Kita harus membantu orang membuka gembok yang kuncinya hilang atau rusak. Jika gembok sudah dibuka, tugas kita selesai. Kalau kita juga ingin melihat isinya, itu berarti melanggar kode etik profesi kita sebagai ahli kunci.”
Selanjutnya, si ahli kunci meneruskan nasihatnya. “Tidak perduli apa pun pekerjaan kita, moral dan etika profesional harus dijunjung tinggi.

Tanpa moral dan etika, maka seorang ahli kunci bisa dengan mudah beralih profesi menjadi seorang pencuri. Kalian mengerti?”
Mendengar hal itu, murid pertama mengangguk-anggukkan kepala. Dia menyadari di mana letak kesalahannya. Dia juga bersyukur telah mendapat satu lagi pelajaran moral yang sangat berharga sebelum terjun ke tengah-tengah masyarakat. Walaupun kecewa karena dirinya tidak bisa menjadi pewaris ilmu tertinggi yang dimiliki gurunya, murid pertama merasa tetap mendapatkan sebuah ilmu yang berharga sekali. Itulah ilmu mengenai moral dan etika profesional. Sejak saat itu, murid pertama berjanji pada diri sendiri, kelak dalam menjalankan profesinya, ia akan menjadi seorang ahli kunci professional yang menjunjung tinggi moralitas dan etika profesinya.
“When U’r Down for Nothing God’s Up to Something”

Penutup:

Alhamdulillah ya Allah SWT

Yaa ALLAH, yaa Tuhan kami, yang membaca ini

adalah sahabat-sahabat yang kami yang baik,

sholeh, kuat & sabar. Kepada-MU saya

memohon : perlindungan serta kasih-sayang-

MU untuk mereka, agar tertolong dalam

meningkatkan kehidupannya, mudah rejekinya

& sehat badannya. Jika mereka melangkah,

biarlah keselamatan & perlindungan-MU,

memudahkan langkahnya, karena saya menyayangi mereka. Amin.