Menu

Sankrit

13/04/2017 - Article Tentang Ilmu Hikmah
Sankrit

#Sankrit
#TentangAdalah
Bertuhan itu baik, tapi jangan pernah melupakan akal dan hati nurani dalam beragama karena selalu ada kemungkinan tokoh agama untuk salah menafsirkan ajaran, dan selalu ada kemungkinan orang jahat untuk memanfaatkan agama demi kepentingannya.

Menurutku Tuhan itu ada 2 jenis, Tuhan yang menciptakan alam semesta, dan Tuhan palsu yang diciptakan oleh pemuka agama. Tuhan palsu yang diciptakan oleh pemuka agama adalah cerminan dari pemuka agama itu sendiri, pemarah, pencemburu, pembohong, suka dipuji, membuat umatnya takut, dan lebih suka mendatangi orang kaya dibanding orang miskin.

Manusia lahir dibekali dengan otak oleh tuhan, bukan dengan kitab suci, bukan dengan kitab tafsir, maka semestinya dengan akal lah kita menilai mana tuhan yang asli mana tuhan palsu, mana ajaran yang pantas kita ikuti dan mana yang tidak, dan kita tidak mesti ikut pemahaman yang mainstream (dianggap umum) jika hal itu tidak sesuai dengan hati nurani kita.

Jika ingin bertuhan, maka tuhankanlah Tuhan, jangan menuhankan agama.

#Percayalah
Kita sebenarnya adalah kuda yang bisa melesat cepat, dan elang yang terbang terlampau tinggi, TAPI pikiran kita lah yg menjadikan kita seperti kura-kura lambat terpuruk dan jadi menthok yg megal megol… show you’r talent and to be you’r self (*direfisi) to be growing you’r self… break you’r limit of mind

Wahai pemilik hati ini yang paling aku cintai sepenuh dadaku, Sang pemilik kemampuan Yang MAHA itu (asmaulhusna) dimana Telah Engkau ciptakan sebagaimana Makhluk yang paling sempurna dimuka bumi ini yang Engkau karuniai/wariskan sedikit kemampuanmu YANG MAHA itu, tetapi mengapa hanya sedikit orang yang sadar dan bisa membangkitkannya dan sadarkah bahwa tidak ada tempat yang tidak terdengar gaung suara2 penyerumu di perdengarkan di negeri tetapi mengapa kedamaian dalam keikhlasan untuk bertemu utusanmu disurga nanti sangat jarang untuk ditemui disini.

Hidup tidak sampai disini saja, satu tingkat tangga lagi sudah aku lalui semakin tinggi dan pandanganku semakin luas dan dibumbui angin yang semakin kencang, hingga nanti puncaknya kutemui engkau wahai Muhamadku di tempat terindah yaitu surgamu ya Allah.

Dalam hidup ini tak ada yang benar-benar kita dapatkan dan tak ada yang benar-benar kita merasa kehilangan.
Kehidupan, kematian, kesuksesan, kegagalan dan entah apa lagi istilah manusia “everything in the universe, Nothing is ever really lost, or can be get it, is all about of transformation”

Simbolisasi elang memiliki arti bahwa akan ada org dengan sifat dan tindakan yg penuh tanggung jawab dan ksatria,memperjuangkan apa yg dianggapnya benar tdk memperdulikan apa kata sekitarnya,namun dengan tetap tidak memperlihatkan kekuatannya yg sesungguhnya,dsimpan hanya utk tujuan akhirnya,save the best for the last

Bertindaklah sperti elang,menyimpan cakarnya hanya ketika dia membutuhkannya

Salam Rahayu